Kebijakan

1.1.     Tujuan SPMI

Kebijakan SPMI  dimaksudkan untuk

  1. Menjamin bahwa setiap layanan pendidikan tinggi dari Unwahas akan diberikan kepada civitas akademika sesuai Standar SPMI berupa SNPT dan standar yang telah ditetapkan Unwahas, sehingga jika terjadi penyimpangan Standar SPMI, maka akan segera dilakukan tindakan perbaikan/koreksi;
  2. Mewujudkan transparansi dan akuntanbilitas publik tentang penyelenggaraan pendidikan tinggi sesuai SN Dikti dan standar Unwahas yang telah ditetapkan;
  3. Menjamin bahwa seluruh layanan pendidikan tinggi Unwahas terpelihara mutunya dan senantiasa ditingkatkan mutunya secara berkelanjutan untuk memenuhi harapan semua pemangku kepentingan;
  4. Mewajibkan semua pihak dalam Unwahas untuk bekerja bersama mencapai tujuan berdasarkan Standar SPMI Unwahas dan senantiasa berupaya meningkatkan mutu secara berkelanjutan.

1.2.     Model Manajemen Implementasi SPMI

Model manajemen mutu Unwahas mengikuti model manajemen PPEPP (penetapan, pelaksanaan, evaluasi pelaksanaan, pengendalian pelaksanaan, dan peningkatan). Pada model ini, Unwahas terlebih dahulu menetapkan standar untuk kemudian dilaksanakan. Hasil pelaksanaan standar akan dievaluasi untuk melihat kesesuaian pelaksanaan dengan standar yang ditetapkan. Jika terjadi ketidaksesuaian atau penyimpangan maka dilakukan analisis untuk dilakukan pengendalian agar sesuai dengan standar, kemudian untuk selanjutnya dilakukan peningkatan standar. Proses ini berlangsung secara sinambung sehingga mutu selalu meningkat secara berkelanjutan.

Dengan penerapan model manajemen PPEPP, setiap unit harus melakukan evaluasi diri secara berkala untuk menilai kinerja unitnya sendiri dengan menggunakan Manual dan Standar SPMI Unwahas yang telah ditetapkan. Hasil evaluasi diri akan dilaporkan pada pimpinan unit, seluruh staf dari unit yang bersangkutan, dan kepada pimpinan Unwaha. Selanjutnya, pimpinan unit dan pimpinan Unwahas akan memutuskan langkah atau tindakan berdasarkan hasil evaluasi diri, untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu.

Penerapan model manajemen PPEPP pada SPMI PT juga mengharuskan setiap unit dalam bersikap terbuka, kooperatif, dan siap untuk diaudit atau diperiksa oleh Tim Auditor Internal yang telah mendapat pelatihan khusus tentang audit SPMI. Audit yang dilakukan pada setiap akhir Tahun akademik akan direkam dan dilaporkan kepada pimpinan unit dan pimpinan Unwahas untuk kemudian diambil tindakan tertentu berdasarkan hasil temuan dan rekomendasi dari Tim Auditor Internal.

Seluruh proses yang dilakukan dalam implementasi model manajemen PPEPP dimaksudkan untuk menjamin mutu seluruh kegiatan dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi Unwahas, serta untuk selalu mengevaluai kekuatan dan kelemahannya untuk dapat melakukan peningkatan mutu secara berkelanjutan.

Hasil implementasi SPMI Unwahas adalah kesiapan seluruh Program Studi serta Unwahas untuk mengikuti proses penjaminan mutu eksternal atau akreditasi, baik oleh BAN-PT, LAM-PT, ataupun lembaga akreditasi lain yang bereputasi.

1.3.     Prinsip SPMI

Untuk mencapai visi, misi, tujuan, sasaran, serta tujuan SPMI, maka segenap pemangku kepentinganUnwahas melaksanakan SPMI PT  pada setiap aras dalam dengan beredoman pada prinsip:

  1. Berorientasi kepada pemangku kepentingan internal dan eksternal;
  2. Mengutamakan kebenaran;
  3. Tanggungjawab sosial;
  4. Pengembangan kompetensi individu;
  5. Parsitipatif dan kolegial;
  6. Keseragaman metode;
  7. Inovasi, belajar, dan perbaikan secara berkelanjutan

1.4.     Strategi SPMI

Strategi Unwahas dalam mengimplementasikan SPMI adalah sebagai berikut:

  1. Melibatkan secara aktif seluruh pemangku kepentingan internal dalam siklus PPEPP;
  2. Melibatkan para pemangku kepentingan eksternal, antara lain organisasi profesi, dunia usaha, pemerintah pusat dan daerah, pengguna lulusan dan lain-lain, khususnya dalam tahap penetapan Standar;
  3. Melakukan pelatihan secara terencana dan terstruktur bagi para dosen dan tenaga kependidikan tentang SPMI, dan secara khusus pelatihan Auditor Internal;
  4. Melakukan sosialisasi secara berkala tentang fungsi dan tujuan SPMI para pemangku kepentingan.

1.5.     Manajemen Pelaksanaan SPMI

Unwahas memiliki 9 Fakultas dan satu Program Pascasarjana yang mengelola 23 Program Studi, 2 Unit kerja tingkat Biro, 3 Lembaga, dan 4 UPT. Unwahas telah menetapkan bahwa sejak tahun 2013 seluruh unit kerja akademik maupun non-akademik pada setiap aras harus melaksanakanSPMI dalam setiap kegiatan. Agar implementasi SPMI PT Pawiyatan Luhur pada seluruh aras dapat berjalan lancar serta terkoordinasi secara efektif dan efisien, Unwahastelah membentuk sebuah unit kerja baru yang secara khusus bertugas untuk menyiapkan, merencanakan, menetapkan, melaksanakan, mengendalikan, mengevaluasi, dan mengembangkan SPMI, yaitu Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP).