Semarang,- Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) menyelenggarakan kegiatan Penyegaran Auditor Audit Mutu Internal (AMI) pada Kamis, 21 November 2024. Acara ini dihadiri oleh 12 calon auditor internal dan dibuka langsung oleh Wakil Rektor Bidang 1 Bidang Akademik, Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), dan Penjaminan Mutu, Dr. H. Andi Purwono, S.IP., M.Si. Kegiatan ini merupakan upaya Unwahas untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme para auditor internal dalam rangka memastikan mutu akademik dan non-akademik yang berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Dr. H. Andi Purwono menyampaikan apresiasinya atas dedikasi para peserta yang berkomitmen dalam menjalankan tugas audit mutu. “Penyegaran auditor ini sangat penting untuk memperkuat sistem penjaminan mutu internal di Unwahas dan menjawab tantangan dalam menjaga standar kualitas pendidikan di lingkungan universitas,” ujarnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi oleh narasumber-narasumber berpengalaman dari LPMP Unwahas yang memberikan wawasan tentang standar dan etika audit mutu, instrumen AMI, serta simulasi asesmen lapangan. Berikut adalah rangkuman materi yang disampaikan:
Dr. Muhammad Takhim, S.E., M.S.I., Ketua LPMP Unwahas, membuka rangkaian materi dengan menyampaikan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Perubahannya. Dr. Takhim menjelaskan perkembangan dan penyesuaian yang diperlukan dalam SPMI guna menyesuaikan dengan tuntutan kualitas pendidikan yang semakin tinggi.
Nur Rois, M.Pd.I., Sekretaris LPMP Unwahas, memberikan pemaparan mengenai Kode Etik Auditor. Materi ini menggarisbawahi prinsip-prinsip etika yang harus dijunjung oleh para auditor, seperti integritas, independensi, dan objektivitas, untuk memastikan hasil audit yang kredibel.
Nugroho Eko Budiyanto, M.Kom., Ketua Pusat Data dan Informasi LPMP, menyampaikan materi tentang Instrumen AMI Akademik dan Sistem Informasi Penjaminan Mutu(Sinau). Ia menekankan pentingnya penggunaan instrumen yang terstruktur dalam proses audit akademik agar data yang diperoleh lebih akurat dan dapat mendukung peningkatan mutu yang berbasis bukti dan pengaplikasian SINAU dalam proses Audit.
Sugiarto Pramono, S.IP., M.A., Ph.D., Ketua Pusat Akreditasi dan AMI, memberikan pemaparan terkait Instrumen Audit Non-Akademik, yang meliputi tata kelola, layanan pendukung, dan berbagai aspek penunjang yang juga mempengaruhi kualitas universitas secara keseluruhan.
Dr. Fitria Martanti, M.Pd., Ketua Pusat Pengembangan Kurikulum dan Sertifikasi, memandu sesi Roll Play/Simulasi Asesmen Lapangan Audit. Pada sesi ini, peserta melakukan simulasi asesmen lapangan untuk memahami langkah-langkah praktis dalam melakukan audit mutu internal. Simulasi ini memberikan pengalaman langsung bagi para calon auditor dalam mempersiapkan diri menghadapi kondisi lapangan sesungguhnya.

Dengan adanya penyegaran ini, diharapkan para auditor internal Unwahas semakin kompeten dan siap untuk melakukan tugas audit secara profesional, menjaga serta meningkatkan kualitas akademik dan non-akademik yang ada di Universitas Wahid Hasyim. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Unwahas dalam mewujudkan tata kelola mutu pendidikan yang andal dan berkelanjutan.
